MELAKUKAN GERAKAN SHALAT YANG SEHAT
![]() |
SETIAP rakaat
shalat terdiri dari beberapa gerakan yang diulang-ulang. Gerakan-gerakan
tersebut adalah: terdiri, rukuk, bangun dari rukuk, turun menuju sujud, sujud,
bangun dari sujud (duduk) kemudian sujud kedua.
Setiap gerakan-gerakan ini harus dilakukan secara tenang
yang memerlukan waktu sejenak. Hal ini ditunjukan oleh sebuah hadis Rasul tentang
peristiwa sahabat yang tidak benar melakukan shalat dan diperintah untuk
mengulanginya kembali.
Dirwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, “seseorang
masuk masjid lalu shalat, kemudian ia mendatangi Nabi dan Nabi menolaknya
dengan mengatakan, ‘Kembalilah dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat’
lalu ia kmbali dan mengulanginya tiga kali. Selanjutnya ia bertanya, ‘Demi Zat
yang telah mungutus engkau (tuan) denn hak (benar) apakah yang lebih baikdari
selain yang ini, ajarilah aku’. Nabi bersabda, ‘Bila engkau mendirikan shalat,
bertakbirlah kemudian bacalah sekedarnya dari al-Qur’an, kemudian ruku’lah sehingga
engkau tenang melakukan ruku’, kemudian engkau (i’tidal) tegak berdiri,
kemudian sujudlah, sehingga engkau tenang melakukan sujud, kemudian bangunlah
sehingga engkau tenang duduk, kemudian sujudlah sehingga engkau tenang sujud,
kemudian lakukan demikian itu dalam semua shalat’.” (H.R Imam Ahmad, Al-Bukhari
dan Muslim)
Ketenangan seperti
yang telah disarankan oleh Nabi SAW. tersebut telah memberikan “hak waktu”
kepada setiap gerakan shalat guna memperoleh manfaat kesehatan seperti olahraga fisik yang
diperlukan untuk kesehatan tubuh dan memeliharanya dari penyakit.
AL-Qiyam
(berdiri)
Setelah
takbirat ihram
(takbir diawal shalat),berdiri merupakan gerakan pertama dalm shalat. Dalam posisi
ini seorang muslim berdiri tegak tidak kaku. Antara kaki (tulang kering)
merenggang selebar jarak antara dua bahu tubuh. Tangan kanan memegang tangan
kiri (sesuai pendapat sebagaian besar mazhab fikih). Dalam posisi ini otot yang
berada dipunggung memberi kesempatan kepada tulang punggung pada posisi lurus.
Gerakan
Ruku’
Dr.
Taufiq Ulwan menggambarkan posisi ruku’ yang ideal; secara mudah hendaknya
tubuh berubah dari posisi berdiri keposisi badan membentuk sudut yang lurus
dengan kedua kaki tetap berdiri. Posisi punggung kokoh dan lurus, tidak loyo,
dan tidak membungkuk.
Posisi
leher tetap sejajar dengan memanjangnya badan antara mengangkat dan menundukan kepala. Sebaiknya kecondonan badan
tidak bertumpu pada kedua pergelangan tangan atau kedua sendi pergelangan. Kedua
sendi pergelangan tangan tetap memanjang. Dengan kokoh dan mantap kedua tangan
memegang kedua persendian. Kesimpulan dari pernyataan diatas posisi punggung
kokoh dan lurus denan kepala terangkat sejajar dengan memanjangnya badan.
AL-I’tidal
(bangun dari rukuk)
Gerakan
ini dilakukan dengan cara mengangkat kepala dengan khidmat dan tenang, hingga
kembali ke posisi berdiri. Sementara kedua lengan dengan santai dan tenang
berada dikedua sisi tubuh. Dengan demikian gerakan akan sempurna, dan setiap
tulang pada tulang-tulang tubuh dalam posisi kembali sebagaimana saat sebelum
melakukan ruku’.
Berdiri
Dari Menuju Sujud
Dr.
Taufik Ulwan menyatakan, “Gerakan ini berlangsung dengan cepat dan hanya perlu
sedikit waktu. Tetapi dari segi manfaat (pentingnya) tidak bisa di sepelekan. Manfaat
ini tampak jelas bagi orang yang mengetahui detailnya gerakan (sirkulasi) darah pada saat turun
dari berdiri menuju sujud.
Gerakan
Sujud
Sujud
dilakukan dalam selang waktu yang sama sebagaimana waktu yang dipergunakan
dalam ruku’. Pada sujud ketika muka menempel ketanah perlu ditenangkan sejenak.
Posisi badan menggantung dan dan tetap kokoh pada tulang muka, kedua telapak
tangan, kedua lutut dan ujung jari-jari kaki.
Ujung
jari-jari kedua tangan maupun kedua kaki menghadapmkiblat dengan memperhatikan
badan, tidak boleh istirahahat diatas kedua lengan atau kedua sendi
pergelangan, bahkan sebaiknya kedua lengan perlu dijauhkan dari badan. Perlu diperhatikan
pula menghindarkan punggung membungkuk pada waktu sujud.
Punggung
hrus dalam posisi tetap kokoh tidak membungkuk membengkok. Kedua paha juga
dalam posisi lurus diatas kedua lutut. Kedua tulang kering bersandar pada ujung
kedua kaki. Disamping itu tetap kokoh pada persendian lutut masing-masing. Setiap
gerakan juga diperlukan thuma’ninah.
Gerakan
Bangun Dari Sujud (Menuju Duduk)
Dengan
tenang kepala diangkat diatas tanah, hingga badan berada dalam posisi duduk
dengan punggung tegak. Paha kiri tetapdiatas tulang kering kaki kiri. Adapun tulang
kaki kering kanan tenang diatas ujung jari-jari kanan. Sementara kedua telapak
tangan berada diatas kedua paha. Dalam istilah fikih Islam, posisi ini
dinamakan duduk Iftirasy.









0 komentar:
Posting Komentar